UNTUK USAHA KECIL DAN MENEGAH
2017
MAGISTER AKUNTANSI 13
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Yuni Armayanti
Nuryanti
Zidni Husnia Fachrunnisa
Siti Afidatul Khotijah
Siti Afidatul Khotijah
PERAN KNOWLEDGE
MANAGEMENT UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH
(Sebuah Studi Literatur)
Disusun Oleh:
Yuni Armayanti
Nuryanti
Zidni Husnia Fachrunnisa
Siti Afidatul
Khotijah
Universitas
Islam Indonesia 2017
ABSTRAK
Studi ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menyelidiki
peran Knowledge Management untuk
Usaha Kecil dan Menengah. Pembahasan dalam makalah ini dibagi menjadi tiga
bagian yakni Peran Knowledge Management untuk
keunggulan kompetitif UKM, Hubungan Knowledge Management dengan kinerja
organisasi, dan Faktor apa saja yang mempengaruhi Knowledge Management. Studi ini membahas mengenai peran Knowledge Management untuk Usaha Kecil
dan Menengah dari berbagai sumber seperti
buku dan jurnal penelitian. Hasil dari studi ini Knowledge Management memiliki hubungan positif dan signifikan
terhadap TI dan CA tetapi tidak bisa langsung dengan kedua TI dan CA, TI
positif dan signifikan mempengaruhi CA. Peran mediasi dari TI yang menghubungkan KM dan CA telah terbukti
positif dan signifikan. Inovasi teknologi (TI) menengahi hubungan antara
manajemen pengetahuan dan keunggulan kompetitif. Hasil selanjutnya jika UKM
tersebut dapat mengakuisisi pengetahuan dan bisa mengelolanya, maka akan sangat baik
pengaruhnya bagi kinerja organisasi. IT, Membangun interaksi dengan akademisi industri, manajemen
pengetahuan profesional dan membangun jaringan sosial merupakan faktor
pendorong KM. Kurangnya infrastruktur IT, kurangnya waktu luang, rendahnya
minat pegawai, tidak adanya reward and punishment dalam pelaksanaan program Knowledge Sharing, dan kurangnya
sosialisasi program turut menghambat Knowledge
Management. Keterbatasan studi ini yakni studi ini merupakan studi
literatur yang tidak dilakukan pengujian pada suatu sampel, kemudian studi ini
menggunakan berbagai sumber jurnal penelitian yang tidak terbatas pada area
sampel tertentu dan tahun penelitian tertentu sehingga studi ini hanya dapat
memberikan gambaran secara umum peran Knowledge
Management untuk Usaha Kecil dan Menengah. Hasil studi ini diharapkan dapat
memberikan bahan pertimbangan bagi pemilik atau pengelola UKM untuk menggunakan
Knowledge Management untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja usahanya.
Kata Kunci: Knowledge
Management, UKM, Keunggulan Kompetitif, Kinerja Organisasi, Kinerja Karyawan
I. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada saat ini ketik kita amati
secara global peningkatan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan daya saing UKM
tergantung pada keefektifan pengelolaan pengetahuan dan teknologi. Adapun ilmu
pengetahuan dan teknologi diciptakan dari knowledge perorangan yang harus
dikelola agar menjadi knowledge perusahaan, yang akhirnya knowledge menjadi
aset perusahaan UKM. Knowledge merupakan pengalaman, informasi tekstual, dan
pendapat para pakar pada bidangnya, oleh karena itu suatu perusahaan UKM akan
berkelanjutan apabila menggunakan informasi atau pengalaman tersebut guna
terciptanya kompetensi UKM. Apabila knowledge tersebut dikelola dengan
efektif dan efisien maka akan terjadi
suatu knowledge konversi dari
tacit ke tacit atau ke explicit melalui sosialisasi, eksternalisasi,
internalisasi dan kombinasi. Sebuah organisasi, perusahaan, atau masyarakat,
atau bahkan sebuah negara dan bangsa, dapat bekerjasama jika memiliki
pengetahuan bersama yang tertanam di benak masing-masing anggotanya dan
terwujud dalam praktek-pratek yang melibatkan semua anggotanya. Tanpa
pengetahuan bersama itu, tidak akan ada pengetahuan sama sekaliyang dimiliki
siapapun diantara mereka. Jika yang terakhir ini terjadi, maka yang tampak
adalah kebodohan belaka, walaupun masing-masing orang mungkin mengklaim bahwa
diri mereka berpengetahuan.
Knowledge Management dapat menjadi
sebuah solusi untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan UKM. Konsep tersebut
memiliki ruang lingkup luas, meliputi teknologi informasi, dukungan dari pihak
manajemen, budaya, strategi dan tujuan, struktur organisasi, motivasi dan
manajemen SDM. Penerapannya dapat dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dasar
dari UKM, pemetaan konsep dan sasaran, implementasi dan menerima umpan balik.
Strategi implementasi knowledge management dapat dilakukan melalui dua
pendekatan, yaitu dari sudut eksternal dan internal. Dari sudut eksternal,
peran tersebut dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan melakukan pembinaan berkelanjutan,
melakukan studi banding terhadap negara tetangga yang sukses dalam
mengembangkan UKM, memfasilitasi dalam pelaksanaan transfer pengetahuan,
memberikan fasilitas teknologi informasi dan membantu UKM dalam membangun
jaringan. Pendekatan internal adalah
peran yang dilakukan dari UKM sendiri, yaitu membangun jaringan antara UKM
dalam bidang sejenis (cluster), membangun budaya saling belajar, aktif dalam
membina SDM, memberikan dukungan kepemimpinan dan memanfaatkan teknologi informasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas,
maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
·
Bagaimana peran Knowledge
Management untuk keunggulan kompetitif UKM?
·
Bagaimana hubungan Knowledge Management dengan kinerja organisasi?
·
Bagaimana hubungan Knowledge Management dengan kinerja karyawan
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan
rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
·
Untuk mengetahui bagaimana peran Knowledge Management untuk keunggulan kompetitif UKM.
·
Untuk mengetahui bagaimana hubungan
Knowledge Management dengan kinerja
organisasi.
·
Bagaimana hubungan Knowledge Management dengan kinerja karyawan?
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Knowlegde Manajemen
Definisi Knowledge Management menurut Dalkir (2011:4), Knowledge Management adalah sebuah koordinasi sitematis dalam
sebuah organisasi yang mengatur sumber daya manusia, teknologi, proses dan
struktur organisasi dalam rangka meningkatkan value melalui penggunaan ulang
dan inovasi. Koordinasi ini bisa dicapai melalui menciptakan, membagi dan
mengaplikasikan pengetahuan dengan menggunakan pengalaman dan tindakan yang
telah diambil perusahaan demi kelangsungan pembelajaran organisasi. Knowledge Management mengembangkan
sistem dan proses untuk mendapatkan dan berbagi aset kepandaian. Ini
meningkatkan generasi berdasarkan kegunaan, dapat dipertanggungjawabkan, dan
informasi penuh arti, dan mencari agar meningkatkan kedua hal, individu serta
kelompok belajar. Menurut Beccera-Fernandez (2004), KM dapat didefinisiskan secara
sederhana sebagai “melakukan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sebesar-besarnya sumber daya pengetahuan”. KM juga didefinisikan sebagai proses
yang dibutuhkan untuk menciptakan, menangkap, mengkodifikasi dan menyebarkan
pengetahuan ke organisasi untuk mencapai keuntungan kompetitif. Setiap individu
adalah sumber dari pengetahuan
organisasi. Secara umum,
KM fokus pada
pengelolaan dan penyediaan pengetahuan penting, dimanapun dan kapanpun dibutuhkan,
KM
juga berhubungan dengan konsep hak
kekayaan intelektual.
Menurut Turban (2008:390)
mendefinisikan Knowledge Management sebagai
sebuah proses yang membantu perusahaan mengidentifikasi, memilih,
mengorganisasikan, menyebarkan, dan mentransfer informasi dan keahlian yang
merupakan bagian dari memori perusahaan dan biasanya berada di dalam perusahaan
dalam bentuk tidak terstruktur. Jadi dapat disimpulkan dari KM yaitu berupa
tempat untuk penyimpanan berisikan data, skill, dan informasi untuk dikelola
oleh organisasi untuk menjalankan tugas dan proses pengambilan keputusan.
Menurut Fernandez dan Sabherwal (2010:71), KM
bermanfaat untuk People, Process,
Product, dan Organization Performance.
1. Manusia
- Memberi fasilitas pembelajaran kepada employee (baik dari antar karyawan atau sumber eksternal) agar berkembang secara bertahap sebagai bentuk respon terhadap pasar dan teknologi.
- Meningkatkan employee learning dan kepekaan terhadap knowledge terbaru pada bidang mereka Employee lebih mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi pada lingkungan organisasi.
- Employee lebih mudah belajar dari pada organisasi lain yang tidak menerapkan KM dan lebih siap dalam menghadapi perubahan.
- Knowledge Management menyediakan employee sebuah solusi yang baik atas permasalahan yang telah dihadapi sebelumnya.
2.
Proses
- Membantu organisasi menjadi lebih baik dengan menentukan dan melaksanakan proses yang tepat
- Membantu individu menciptakan solusi inovatif atas masalah yang dihadapi untuk mengembangkan proses organisasi.
- Membantu organisasi untuk pengambilan keputusan strategis serta pengembangan produk dalam lingkungan dinamis.
3.
Produk
- Membantu organisasi menawarkan produk baru yang menyediakan penambahan value yang signifikan dibandingkan produk sebelumnya.
- Memudahkan organisasi mengakses dan mengkombinasikan knowledge terbaik untuk mencegah produksi yang terlalu mahal atau terlalu memakan waktu
4.
Kinerja Organisasi
- Dampak Langsung: Knowledge Management digunakan untuk menciptakan produk yg inovatif yang menciptakan keuntungan, ketika dihubungkan dengan strategi bisnis.
- Dampak tidak Langsung: KM membantu organisasi untuk mengembangkan serta mengeksploitasi sumber daya tangible dan intangible lebih baik daripada kompetitor lain.
2.2 Pengertian Usaha Kecil Menengah
2.2.1
UKM di Indonesia
Usaha Kecil dan Menengah disingkat
UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki
kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri .Menurut Keputusan Presiden RI no.
99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang
berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan
usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang
tidak sehat.”Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai
berikut:
- Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
- Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
- Milik Warga Negara Indonesia
- Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
- Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga saat
ini sudah meningkat, data terakhir pada tahun 2005 mencapai 42,4 juta unit
lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM,
dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kota yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM.
2.2.2 UKM di India
UKM memainkan peran penting dalam
perekonomian negara-negara berkembang dan dikembangkan. Lebih banyak perhatian
telah difokuskan pada UKM hanya selama sepuluh tahun terakhir di India dan ini
adalah salah satu alasan mengapa knowledge manajemen tidak banyak dieksplorasi
di UKM. Mengingat pentingnya UKM, pemerintah India telah mengakui sektor ini di
nya rencana lima tahun. Manufaktur adalah salah satu sektor yang paling penting
di segmen UKM. Manufaktur UKM terpenting dari perekonomian India. Inovasi yang
diperlukan untuk mencapai daya saing. Inovasi mengharuskan manajemen
pengetahuan yang tepat. Banyak UKM telah menyadari pentingnya KM dan
dilaksanakan dengan sukses, sementara beberapa bekerja di atasnya. Sebagian
besar dari mereka menghadapi masalah, sementara menerapkan KM di daerah
perspektif mereka. Ada banyak UKM cluster di India. Sekitar 6000 jenis produk
yang diproduksi di India. Literatur menunjukkan bahwa kepedulian pemerintah,
organisasi non- pemerintah, akademisi dan konsultan manufaktur memainkan peran
yang sangat penting dalam membentuk basis pengetahuan dari UKM.
2.2.3 UKM di Malaysia
UKM sering digambarkan sebagai tulang
punggung suatu negara karena mereka menyediakan lapangan kerja bagi 60-70
persen dari penduduk yang bekerja, menurut sebuah Organisasi untuk Co-
Ekonomidan Pembangunan (2006) dalam (Lee et al., 2016). Di Malaysia, UKM
memainkan peranan penting dalam
pembangunan ekonomi bangsa. Pada
99.2 persen, UKM memegang pesentasi terbesar instansi di
Malaysia. Menurut SMIDEC (2008) dalam (Lee et al., 2016), 32 persen terhadap
PDB, 19 persen terhadap total ekspor negara, dan 56,4 persen terhadap total
tenaga kerja yang disumbangkan oleh UKM. Sebagai keberadaan UKM telah terbukti
signifikan dan penting untuk banyak negara dan Malaysia, kurangnya studi di UKM
dapat dinilai sebagai tidak memuaskan.
III. METODE PENULISAN
3.1
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam paper ini adalah data
sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbgai literatur, seperti buku,
jurnal, internet, dll.
3.2 Teknik Analisis
Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu mendekripsikan, menguraikan
dan memberikan gambaran umum tentang pengamanan
sistem informasi. Setelah data diperoleh, penulis kemudian menghubungkan
data yang ada untuk dapat menarik kesimpulan mengenai cara yang bisa digunakan
untuk mengamankan sistem informasi.
IV. PEMBAHASAN
4.1
Knowledge Management untuk Keunggulan
Kompetitif UKM
Teori tentang Knowledge Management,
Inovasi teknologi dan keunnggulan kompetitif.
a.
Knowledge Management (KM)
Bhatt (2001) KM adalah proses menciptakan. Memvalidasi,
presenting, mendistribusikan dan menerapkan pengetahuan.
b.
Inovasi Teknologi
(TI)
Pada dasarnya inovasi teknologi menace pada kebaruan
dalam produk dan proses. Damanpour (1992) Inovasi didefenisikan sebagai adopsi
dari sebuah ide, perilaku, sistem, kebijakan, program perangkat, proses, produk
atau jasa yang baru bagi organisasi.
c.
Keunggulan Kompetitif (CA)
Beberapa defenisi keunggulan kompetitif ditawarkan lebih
berfokus pada sumber – sumber keunggulan
kompetitif, sebagai contoh : susunan kata seperti “keuntungan” dan Nilai” yang
terkait dengan daya saingan perusahaan (Bosse, Philips & Harrison, 2009)
4.1.1
Hubungan antara Knowledge
Manajemen dan Inovasi Teknologi
Sebuah hipotesis yang diasilkan
bahwa dimensi Knowledge Management berhubungan positif dengan inovasi
teknologi. Karena dengan adanya Knowledge Management maka akan terjadi inovasi
dalam sebuah perusahaan, secara konseptual mengusulkan bahwa Knowledge
Management positif akan memicu dan memperngaruhi inovasi teknologi.
4.1.2 Hubungan antara Knowledge Manajemen dan Keunggulan Kompetitif
Dalam sebuah studi tentang
penciptaan pengetahuan dan keunggulan kompetitif, Matusik dan Hill (1998)
tersebut bahwa kontingen tenaga kerja bisa memungkinkan kedua penghematan biaya
dan Mengumpulkan pengetahuan baru, yang selanjutnya mengarah ke keunggulan kompetitif.
Kesimpulannya Pengetahuan manajemen berpengaruh positif terhadap keunggulan kompetitif.
4.1.3
Hubungan antara Teknologi
Inovasi dan Keunggulan Kompetitif
Inovasi teknologi akan menyebabkan
keunggulan kompetitif jika hasilnya muncul sebagai output nyata (produk) atau
mempromosikan transformasi (proses) yang keduanya mengangkat posisi perusahaan
dalam hal daya saing di pasar. Kesimpulannya Teknologi inovasi positif
mempengaruhi keunggulan kompetitif.
4.1.4
Hubungan antara Teknologi
Inovasi, Keunggulan Kompetitif dan Knowledge Manajemen
Temuan divalidasi bahwa KM memiliki
hubungan positif dan signifikan tetapi tidak bisa langsung dengan kedua TI dan
CA, TI positif dan signifikan mempengaruhi CA. Peran mediasi dari TI yang
menghubungkan KM dan CA telah terbukti positif dan signifikan.
Kesimpulannya Inovasi teknologi
menengahi hubungan antara manajemen pengetahuan dan keunggulan kompetitif.
4.2 Penggunaan Knowledge
Management System : Sebuah Taksonomi Strategis UKM
Sejalan dengan Alavi dan Leidner
(2001). Corso et al. (2003). dan Cerchione, Esposito, dan Spadaro 2015. itu
KMSs dibagi menjadi dua kategori, yaitu,
1. Praktek Manajemen Pengetahuan
(Knowledge Management-Practices), yang didefinisikan sebagai seperangkat metode
dan teknik untuk mendukung proses organisasi penciptaan pengetahuan,
penyimpanan, dan pemindahan, dan
2.
Alat Manajemen Pengetahuan
(Knowledge Management -Tools) , yaitu sistem berbasis TI yang spesifik
mendukung KM-Praktek.
|

4.2.1 Knowledge Management-Practices dan Knowledge
Management -Tools
Pembahasan ini menegaskan bahwa
pertama UKM diteliti umumnya cenderung menggunakan KM-Tools yang lebih
tradisional intens dari pada alat-alat baru dan lebih diperbarui (podcasting /
videocasting, filtering kolaboratif, mash-up, sistem crowd-sourcing, sistem
sindikasi) yang mana lebih murah dan lebih mudah digunakan. Kedua, UKM
mengadopsi dan menggunakan lebih intensif praktek (KM-Practices) yang tidak
secara eksklusif berfokus pada proses manajemen pengetahuan, tetapi berusaha
untuk beradaptasi praktek mereka sudah ada, kecenderungan ini disebabkan dua
aspek. Pertama, UKM memiliki sumber daya yang langka dan bukan mengadopsi
praktik baru yang berorientasi pada manajemen pengetahuan bahwa investasi
tertentu perlu. Aspek kedua terhubung dengan sifat pengetahuan, bahwa dalam
perusahaan-perusahaan ini manusia (karyawan) secara umum tidak mempromosikan difusi besar
KM-Praktek formal.
Mengenai KM-Praktek bahwa intensitas
penggunaan KM-Praktek (IP) adalah cenderung lebih tinggi dari KM-Tools. Paper
tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan timbal balik antara KM-Tools dan
KM-Praktek satu memperkuat yang lain dan sebaliknya.
4.3 Hubungan Knowledge
Management dengan Kinerja Organisasi
Pengetahuan dianggap sebagai faktor
keberhasilan penting untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif
organisasi, meskipun, pengetahuan dapat dengan mudah usang dan tidak berguna
jika tanpa pengelolaan yang tepat dalam organisasi. Oleh karena itu, sangat
penting bagi suatu organisasi untuk mengembangkan serangkaian proses atau
prosedur dalam rangka untuk lebih mengelola aset pengetahuan mereka.
Pengetahuan manajemen digambarkan sebagai proses yang terdiri dari akuisisi
pengetahuan, konversi pengetahuan, penerapan pengetahuan, dan perlindungan
pengetahuan.
Kinerja organisasi mencerminkan
kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan stakeholders dan bertahan di pasar. Hal ini juga dikenal sebagai
hasil dari tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh anggota organisasi untuk
mengukur seberapa baik suatu organisasi telah mencapai tujuannya. Kinerja
organisasi sebagian besar dinilai melalui ukuran kinerja berdasarkan keuangan.
Paling banyak digunakan langkah-langkah keuangan return on asset (ROA), hasil
investasi (ROI), return on equity (ROE), pangsa pasar, pertumbuhan penjualan,
dan profitabilitas. Meskipun indikator ini masih merupakan tujuan akhir dari
operasi organisasi, tapi mengukur kinerja semata-mata pada indikator ini tidak
lagi memadai untuk mengukur kompetensi organisasi saat ini yang semakin modern.
Setelah dilakukan banyak penelitian, pengukuran kinerja organisasi tidak lagi
mengacu pada keuangan saja, namun juga diukur dari sisi non-keuangan. Indikator
dalam non keuangan seperti integrasi sistem,
operasi perusahaan, kepuasan pelanggan, manajemen, dll. Ukuran kinerja non-
keuangan dianggap lebih berguna pada memprediksi kinerja masa depan dan
memfasilitasi kinerja organisasi.
Kemampuan pengetahuan manajemen yang
terdiri dari 4 dimensi yang mendasari, telah diukur berdasar penelitian
dikaitkan dengan kinerja organisasi. Empat dimensi tersebut merupakan suatu
proses yang saling berkesinambungan, dimulai dari akuisisi pengetahuan, yaitu
proses memperoleh pengetahuan baik dari internal organisasi maupun dari
eksternal. Setelah itu dilakukan konversi terhadap pengetahuan yang telah
didapatkan menjadi pengetahuan organisasi yang bisa diterapkan dan juga
mendistribusikan pengetahuan tersebut kepada yang membutuhkan.
Pengetahuan yang telah didapatkan
kemudian diaplikasikan. Aplikasi pengetahuan adalah proses yang melibatkan
penggunaan yang sebenarnya dari pengetahuan untuk pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah. Selain itu, aplikasi pengetahuan dapat membantu untuk
mengubah pengetahuan dari alat kekuasaan potensial menjadi inovasi yang
sebenarnya atau penemuan yang dapat meningkatkan kinerja keseluruhan
organisasi. Karena pengetahuan dianggap sebagai sumber penting dari keunggulan kompetitif
yang berkelanjutan untuk bisnis modern, perhatian harus ditingkatkan pada
perlindungan pengetahuan untuk mencegah imitasi oleh kompetitor. Penggunaan
pengetahuan tertentu seperti proses perlindungan seperti paten, merek dagang,
rahasia dagang atau kontrak merupakan hal
penting yang harus dirahasiakan (Ha, Lo, & Wang, 2016).
Dengan peningkatan semua dimensi
dalam kemampuan pengetahuan manajemen, maka akan berpengaruh positif atau akan
meningkatkan kinerja organisasi. Kinerja organisasi yang meningkat bukan saja
dari sisi keuangan saja, namun juga dari segi non-keuangan. Dari penelitian
yang banyak dilakukan di beberapa negara seperti Malaysia dan Iran, berkaitan
dengan hubungan kemampuan
manajemen dengan kinerja
organisasi berdampak positif, meskipun
organisasi yang diteliti berbeda sektor. Namun ada juga penelitian yang tidak
sepenuhnya menunjukkan dampak positif, seperti yang dilakukan di Jamaika.
Kemampuan manajemen jika
dikembangkan akan memberikan dampak positif pada suatu organisaasi, terutama
dalam mengembangkan strategi perusahaan. Hal tersebut juga berlaku untuk
industri Usaha kecil dan Menengah (UKM) yang saat ini mulai berkembang. Apalagi
dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, jika UKM tersebut dapat
mengakuisisi pengetahuan dan bisa mengelolanya, maka akan sangat baik
pengaruhnya bagi kinerja organisasi.
4.4 Hubungan antara Knowledge Manajemen dengan Kinerja Karyawan
Kinerja merupakan hasil kerja atau
karya yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan untuk membantu badan usaha
dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Pada dasarnya kinerja dari
seseorang merupakan hal yang bersifat individu karena masing-masing dari
karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Untuk menghasilkan kinerja
yang baik, maka perusahaan membutuhkan sistem yang baik pula. Sistem ini bukan
hanya peraturan atau standar yang ada melainkan juga melibatkan pihak- pihak
yang terkait langsung yaitu sumber daya manusianya. Didalam artikel yang kami
diskusikan Penelitian tersebut bertujuan mengukur pengaruh dari knowledge
management terhadap kinerja karyawan dengan studi kasus pada departemen front
office di Surabaya Plaza Hotel.
Setiap karyawan diharapkan dapat
terus menggali pengetahuannya dan tidak hanya bergantung atau terpaku pada
sistem yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap karyawan mempunyai peran
di dalam meningkatkan perusahaannya. Seperti yang dikatakan oleh Fatwan (2006)
dalam (Kosasih, 2007), faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis saat ini bukan lagi era informasi, tetapi sudah
beralih ke era pengetahuan. Menyadari adanya fenomena tersebut maka Surabaya
Plaza Hotel melakukan suatu gebrakan dengan menerapkan knowledge management
(KM) pada karyawannya. Berdasarkan penuturan
selaku General Manager SPH, knowledge management yang diterapkan pada
Surabaya Plaza Hotel terbagi menjadi 2 yaitu, tacit knowledge dan explicit knowledge.
Hasil penelitian dari jurnal yang
dipaparkan oleh peneliti bahwa pengaruh langsung personal knowledge, job
procedure dan technology tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
karyawan. Namun pada pengaruh tidak langsung personal knowlegde dan job
procedure berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja
karyawan. Hal ini berarti
dengan pengalaman yang dimiliki dan pemahaman Standard
Operation Procedure yang baik akan berpengaruh pada kinerja karyawan.
Selanjutnya Terdapat pengaruh antara personal knowledge ke job procedure,
dimana hal ini berarti dengan personal knowledge yang baik maka pemahaman akan
job procedure juga baik. Dan yang terakhir Faktor yang paling dominan
mempengaruhi kinerja adalah technology. Hal ini dikarenakan pada departemen
front office banyak menggunakan fasilitas technology untuk mendukung proses
kerja, contohnya pada sub-divisi reception yang banyak menggunakan intranet dan
fidelio untuk menyimpan data dan memberikan informasi antar departemen.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
- Knowledge Management memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap TI dan CA tetapi tidak bisa langsung dengan kedua TI dan CA, TI positif dan signifikan mempengaruhi CA. Peran mediasi dari TI yang menghubungkan KM dan CA telah terbukti positif dan signifikan. Inovasi teknologi (TI) menengahi hubungan antara manajemen pengetahuan dan keunggulan kompetitif.
- Peningkatan semua dimensi dalam kemampuan pengetahuan manajemen, maka akan berpengaruh positif atau akan meningkatkan kinerja organisasi. Kinerja organisasi yang meningkat bukan saja dari sisi keuangan saja, namun juga dari segi non-keuangan. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, jika UKM tersebut dapat mengakuisisi pengetahuan dan bisa mengelolanya, maka akan sangat baik pengaruhnya bagi kinerja organisasi.
- Penerapan Knowledge Manajemen secara langsung, job procedure dan technology tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun pada pengaruh tidak langsung personal knowlegde dan job procedure berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Keterbatasan
Keterbatasan studi ini yakni studi
ini merupakan studi literatur yang tidak dilakukan pengujian pada suatu sampel,
kemudian studi ini menggunakan berbagai sumber jurnal penelitian yang tidak
terbatas pada area sampel tertentu dan tahun penelitian tertentu sehingga studi ini hanya dapat memberikan
gambaran secara umum peran Knowledge
Management untuk Usaha Kecil dan Menengah.
Implikasi
Hasil studi ini diharapkan dapat
memberikan bahan pertimbangan bagi pemilik atau pengelola UKM untuk menggunakan
Knowledge Management untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja usahanya.
DAFTAR PUSTAKA
Annisa, Ria.2013.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Knowlege Sharing Di Bank
Mandiri Kantor Pusat.FISIP UI
Beccera, I., Fernandez, & Sabherwal, R. (2010). Knowledge Management System And Process.
New York: M.E. Sharpe Inc
Dalkir, Kimiz. (2011). “ Knowledge Management in Theory
and Practice”.Elsevier Butterworth-Heinemann USA. Burlington, United State of
America.
Ha, S.-T., Lo, M.-C., & Wang, Y.-C. (2016). Relationship
between Knowlegde Management and Organizational Performance: A test on SMEs in
Malaysia. Procedia-Social and Behavoral
Sciences 224, 184-189.
Kosasih, N. (2007). Pengaruh Knowledge Manajemen terhadap
Kinerja Karyawan: Studi Kasus Department Front Office Surabaya Plaza Hotel . Jurnal Manajemen Perhotelan, Vol.3, No.2,
80-88.
Mahendra, Adhi Nugroho.2011.Teknologi Knowledge Management: Peran TI Terhadap Pengelolaan Knowledge.Informasi
No 1 XXXVII
Turban, E., Sharda, R., & Delen, D. (2011). Decision Support And Business Intelligence
System. Boston: Pearson.
Vasudevan, Hari; Chawan, Anup.2014.Demystifying Knowledge Management in Indian Manufacturing SMEs.Procedia Engineering 97 hal. 1724 – 1734
Tidak ada komentar:
Posting Komentar